Varicella Zoster: Penyebab, Gejala, Penularan, dan Cara Mengatasinya

Ilustrasi varicella zoster dan herpes zoster pada kulit

Varicella zoster adalah virus yang dapat menyebabkan dua kondisi berbeda, yaitu cacar air (varicella) dan herpes zoster (cacar ular). Virus ini dapat tetap berada di dalam tubuh setelah seseorang sembuh dari cacar air dan kembali aktif bertahun-tahun kemudian.

Meskipun sering dianggap sebagai penyakit kulit biasa, infeksi varicella zoster dapat menimbulkan keluhan yang cukup mengganggu, terutama berupa ruam, lepuhan berisi cairan, gatal, nyeri, dan pada kondisi tertentu dapat menyebabkan komplikasi.

Memahami penyebab varicella zoster, gejala, cara penularan, faktor risiko, serta kapan harus ke dokter penting agar kondisi dapat ditangani dengan tepat dan risiko komplikasi dapat diminimalkan.

Apa Itu Varicella Zoster?

Varicella zoster adalah virus dari kelompok herpesvirus yang dikenal sebagai Varicella-Zoster Virus (VZV).

Infeksi pertama oleh virus ini umumnya menyebabkan cacar air. Setelah seseorang pulih, virus tidak sepenuhnya hilang dari tubuh. Virus dapat berada dalam keadaan tidak aktif di jaringan saraf.

Pada sebagian orang, virus tersebut dapat aktif kembali di kemudian hari dan menyebabkan herpes zoster.

Jadi, secara sederhana:

  • Infeksi pertama: biasanya menyebabkan cacar air.
  • Virus yang aktif kembali: dapat menyebabkan herpes zoster.
  • Keduanya disebabkan oleh virus yang sama, tetapi manifestasinya berbeda.

Penyebab Varicella Zoster

Penyebabnya adalah infeksi Varicella-Zoster Virus.

Virus dapat menyebar dari seseorang yang terinfeksi kepada orang lain melalui kontak dekat. Penularan terutama terjadi ketika seseorang berada dalam satu lingkungan dengan penderita yang sedang mengalami cacar air.

Virus juga dapat berpindah melalui kontak langsung dengan cairan dari lepuhan kulit.

Seseorang yang belum pernah terinfeksi atau belum memiliki perlindungan terhadap virus ini memiliki risiko tertular ketika melakukan kontak dengan penderita.

Perbedaan Cacar Air dan Herpes Zoster

Walaupun penyebabnya sama, cacar air dan herpes zoster memiliki karakteristik yang berbeda.

Cacar Air

Cacar air biasanya merupakan infeksi pertama akibat virus varicella zoster.

Gejala yang dapat muncul antara lain:

  • Demam
  • Tubuh terasa lemas
  • Sakit kepala
  • Nafsu makan menurun
  • Muncul ruam kemerahan
  • Ruam berkembang menjadi lepuhan berisi cairan
  • Gatal pada kulit
  • Lepuhan kemudian mengering dan membentuk keropeng

Ruam cacar air biasanya dapat muncul di berbagai bagian tubuh dan berkembang secara bertahap.

Herpes Zoster

Herpes zoster terjadi ketika virus yang sebelumnya tidak aktif kembali aktif di dalam tubuh.

Salah satu ciri yang cukup khas adalah munculnya ruam dan lepuhan pada area tubuh tertentu, sering kali mengikuti jalur saraf dan biasanya lebih dominan pada satu sisi tubuh.

Keluhannya dapat berupa:

  • Rasa terbakar
  • Nyeri
  • Kesemutan
  • Kulit menjadi sangat sensitif
  • Ruam kemerahan
  • Lepuhan berisi cairan
  • Gatal
  • Nyeri pada area ruam

Pada sebagian orang, rasa nyeri dapat muncul sebelum ruam terlihat sehingga awalnya kondisi ini dapat sulit dikenali.

Gejala Varicella Zoster

Gejala sangat bergantung pada apakah infeksi berupa cacar air atau herpes zoster.

Pada cacar air, gejala awal dapat berupa demam, lemas, dan munculnya ruam yang kemudian berkembang menjadi lepuhan.

Sementara itu, herpes zoster lebih sering ditandai dengan rasa nyeri, panas, kesemutan, atau sensitif pada area kulit tertentu sebelum muncul ruam.

Lepuhan kemudian dapat pecah dan mengering dalam beberapa hari.

https://images.openai.com/static-rsc-4/ZMDS2ixWtcgllFUUvqFFmZ3kpjYBg66eiVdAtP1u5Yxof2z5mVezmGsCqRbRCuYa-O-SWfYT0HTlmF-QeFw5v6cZnNnMEIouewoycDrM8uwmckdXxPfgtoZ9bMRUlxzrr-s-bjeK3j2NlpIAhoDjQYfmwSGhZ15KRTA4wd5W6t_kRccMK1vMFM6XP2a000HJ?purpose=fullsize
https://images.openai.com/static-rsc-4/Z9X6RYh0E1yfaeekMmPqEFJzTtZKH9M4_1k9o2fhCm8wofFBVEaYIKyjoj7_X86XT5hYTssKSa26tFPVSI1Ix2eoFZiqxLj1ODutW33Njr70oEdEgd0GkYcSi0IOFof9sENNWYXfgiIuv1nyoCCBAUouThWx4Ox2WMIZ3_pYicfWFZmB8KCiUHxGBADSHSXi?purpose=fullsize
https://images.openai.com/static-rsc-4/bhdju0e1TsxdsDFiYvS7Eu1s5UmH48MHPpk6jqaLr5nAX8iGdnAFtHU-wQHsWyFfg791xiYHEb00hIRKo8pAaqQ7pS2plk5uJCFdikskhxFGQJfzmee09loBMmUWTtkoiFjhmjwH8yX7FCL7qvaL5p0aL0u-rBVcuQjH_HDTLEs46cjCvhzAs7K3cIforidK?purpose=fullsize

6

Bagaimana Varicella Zoster Menular?

Cacar air sangat mudah menular.

Penularan dapat terjadi melalui partikel dari saluran pernapasan atau kontak langsung dengan cairan lepuhan penderita.

Herpes zoster memiliki pola penularan yang berbeda. Seseorang dengan herpes zoster dapat menularkan virus kepada orang yang belum pernah terkena cacar air atau belum memiliki kekebalan terhadap virus tersebut.

Orang yang tertular dari penderita herpes zoster umumnya akan mengalami cacar air, bukan herpes zoster.

Karena itu, penderita dengan lepuhan aktif sebaiknya menghindari kontak dekat dengan:

  • Bayi baru lahir
  • Ibu hamil yang belum memiliki kekebalan
  • Orang dengan sistem kekebalan tubuh yang lemah
  • Orang yang belum pernah terkena cacar air

Faktor Risiko Herpes Zoster

Virus yang berada dalam keadaan tidak aktif dapat kembali aktif pada kondisi tertentu.

Beberapa faktor yang dapat meningkatkan risiko herpes zoster antara lain:

1. Bertambahnya Usia

Risiko herpes zoster cenderung meningkat seiring bertambahnya usia.

2. Sistem Kekebalan Tubuh Menurun

Kondisi yang menyebabkan sistem kekebalan tubuh melemah dapat meningkatkan kemungkinan virus kembali aktif.

3. Kondisi Fisik Tertentu

Gangguan kesehatan tertentu dapat memengaruhi sistem pertahanan tubuh dan meningkatkan risiko reaktivasi virus.

4. Stres dan Kelelahan

Stres berkepanjangan dan kondisi tubuh yang sedang tidak prima dapat berhubungan dengan menurunnya daya tahan tubuh.

Namun, herpes zoster tetap dapat terjadi pada seseorang yang sebelumnya terlihat sehat.

Apakah Varicella Zoster Berbahaya?

Pada banyak orang, infeksi dapat membaik tanpa menimbulkan masalah serius. Namun, pada kondisi tertentu, varicella zoster dapat menyebabkan komplikasi.

Risikonya dapat lebih tinggi pada orang dengan kondisi tertentu atau sistem kekebalan tubuh yang melemah.

Beberapa komplikasi yang dapat terjadi meliputi:

  • Infeksi sekunder pada kulit
  • Bekas luka pada kulit
  • Gangguan pada mata
  • Gangguan sistem saraf
  • Peradangan pada organ tertentu
  • Nyeri saraf yang menetap setelah ruam membaik

Herpes zoster yang mengenai area sekitar mata membutuhkan perhatian medis lebih cepat karena dapat mengganggu struktur mata dan penglihatan.

Nyeri Setelah Herpes Zoster

Salah satu komplikasi yang dapat terjadi adalah postherpetic neuralgia, yaitu nyeri saraf yang tetap dirasakan setelah ruam herpes zoster menghilang.

Keluhannya dapat berupa:

  • Rasa terbakar
  • Nyeri menusuk
  • Kesemutan
  • Kulit sangat sensitif terhadap sentuhan

Tidak semua penderita herpes zoster mengalami kondisi ini. Risiko dapat meningkat pada usia yang lebih tua dan pada kasus tertentu dengan nyeri yang berat.

Bagaimana Varicella Zoster Didiagnosis?

Diagnosis umumnya dilakukan melalui pemeriksaan langsung oleh dokter.

Dokter akan mengevaluasi:

  • Bentuk ruam
  • Lokasi ruam
  • Pola penyebaran
  • Bentuk lepuhan
  • Keluhan yang menyertai
  • Riwayat penyakit sebelumnya

Pada kasus tertentu yang sulit dibedakan dengan penyakit kulit lain, dokter dapat mempertimbangkan pemeriksaan tambahan untuk memastikan penyebabnya.

Diagnosis yang tepat penting karena beberapa penyakit kulit dapat memiliki tampilan yang menyerupai varicella zoster.

Penanganan Varicella Zoster

Penanganan disesuaikan dengan kondisi pasien, usia, tingkat keparahan, lokasi ruam, serta risiko komplikasi.

Secara umum, dokter dapat memberikan terapi sesuai penyebab dan kondisi pasien, sekaligus membantu mengurangi keluhan yang muncul.

Pasien juga perlu menjaga kebersihan kulit dan menghindari menggaruk lepuhan karena dapat meningkatkan risiko luka dan infeksi sekunder.

Untuk herpes zoster, pemeriksaan lebih awal penting terutama jika ruam berada di sekitar mata, wajah, atau disertai nyeri yang berat.

Apakah Varicella Zoster Bisa Dicegah?

Pencegahan dapat dilakukan dengan mengurangi risiko paparan terhadap virus dan menjaga kondisi tubuh.

Beberapa langkah yang dapat dilakukan antara lain:

  • Menghindari kontak dekat dengan penderita yang sedang mengalami cacar air atau herpes zoster aktif.
  • Tidak menyentuh atau memecahkan lepuhan.
  • Menjaga kebersihan tangan.
  • Menjaga kebersihan kulit.
  • Menghindari berbagi barang pribadi yang berpotensi terkena cairan lepuhan.
  • Mendapatkan vaksinasi sesuai rekomendasi tenaga kesehatan.

Vaksinasi merupakan salah satu bagian penting dalam pencegahan penyakit yang berkaitan dengan virus varicella zoster.

Kapan Harus ke Dokter?

Sebaiknya segera melakukan pemeriksaan apabila muncul ruam atau lepuhan yang tidak biasa, terutama jika disertai nyeri atau demam.

Pemeriksaan semakin penting apabila:

  • Ruam muncul di wajah.
  • Ruam berada di sekitar mata.
  • Nyeri terasa berat.
  • Lepuhan menyebar dengan cepat.
  • Demam cukup tinggi.
  • Kondisi tubuh semakin lemah.
  • Terdapat tanda infeksi pada kulit.
  • Pasien memiliki kondisi yang menyebabkan sistem kekebalan tubuh menurun.
  • Ruam terjadi pada ibu hamil atau bayi.

Ruam dan lepuhan tidak selalu disebabkan oleh varicella zoster. Karena itu, sebaiknya jangan menentukan diagnosis hanya berdasarkan foto atau bentuk ruam.

Apakah Herpes Zoster Bisa Kambuh?

Herpes zoster dapat mengalami kekambuhan, meskipun tidak semua orang akan mengalaminya.

Karena virus dapat tetap berada dalam tubuh dalam keadaan tidak aktif, reaktivasi dapat terjadi kembali pada kondisi tertentu.

Jika seseorang pernah mengalami herpes zoster dan kemudian muncul kembali ruam yang disertai nyeri, rasa terbakar, atau kesemutan, pemeriksaan dokter diperlukan untuk memastikan penyebabnya.

FAQ Varicella Zoster

1. Apa itu varicella zoster?

Varicella zoster adalah virus yang dapat menyebabkan cacar air dan herpes zoster. Setelah infeksi pertama, virus dapat tetap berada dalam tubuh dalam keadaan tidak aktif.

2. Apakah cacar air dan herpes zoster sama?

Penyebab virusnya sama, tetapi bentuk penyakitnya berbeda. Cacar air biasanya merupakan infeksi pertama, sedangkan herpes zoster terjadi ketika virus kembali aktif.

3. Apakah herpes zoster menular?

Ya. Virus dapat berpindah dari lepuhan aktif kepada orang yang belum memiliki kekebalan terhadap virus varicella zoster. Orang tersebut biasanya mengalami cacar air.

4. Apakah herpes zoster berbahaya?

Pada sebagian orang dapat membaik tanpa komplikasi. Namun, herpes zoster dapat menyebabkan komplikasi tertentu, terutama jika mengenai wajah atau sekitar mata.

5. Apakah herpes zoster menyebabkan nyeri?

Ya. Nyeri, rasa terbakar, kesemutan, dan kulit sensitif merupakan keluhan yang cukup sering terjadi.

6. Berapa lama herpes zoster sembuh?

Waktu pemulihan dapat berbeda pada setiap orang. Lepuhan umumnya membutuhkan waktu untuk mengering, sementara keluhan nyeri dapat berlangsung lebih lama pada sebagian pasien.

7. Apakah varicella zoster bisa kambuh?

Herpes zoster dapat mengalami kekambuhan pada sebagian orang. Jika muncul kembali ruam dan nyeri yang mencurigakan, sebaiknya dilakukan pemeriksaan dokter.

8. Kapan harus memeriksakan varicella zoster ke dokter?

Segera periksa apabila muncul lepuhan atau ruam yang disertai nyeri, terutama jika mengenai wajah atau sekitar mata, menyebar luas, atau disertai kondisi tubuh yang memburuk.

Periksa Kondisi Anda di Heritage Medical Bekasi

Apabila Anda mengalami ruam, lepuhan, gatal, rasa terbakar, atau nyeri kulit yang mengarah pada varicella zoster, jangan menunda pemeriksaan.

Penanganan sejak dini dapat membantu memastikan penyebab keluhan dan mengurangi risiko komplikasi.

Heritage Medical Bekasi menyediakan layanan pemeriksaan dan penanganan berbagai masalah kulit dan kelamin yang dilakukan oleh dokter berpengalaman dengan menjaga privasi setiap pasien.

Silakan hubungi Heritage Medical Bekasi untuk mendapatkan informasi jadwal praktik atau melakukan reservasi pemeriksaan.

Scroll to Top